SMP Al-jannah mengembangkan metode belajar yang mengakomodasi potensi yang dimiliki oleh siswanya. Dengan pendekatan Multiple Intellegency Anak didik ditempatkan sebagai subjek belajar yang berkembang tidak hanya dalam prestasi akademik saja tetapi dalam bakat dan minat yang dimilikinya. SMP Al-Jannah menerima semua jenis siswa baik yang regular maupun yang berkebutuhan khusus (Special Need) Selaras dengan perundang-undangan di negeri ini bahwa semua anak Indonesia wajib harus mendapatkan pendidikan yang layak. Sebagai sekolah yang inklusif maka pada pelaksanaan pembelajaranya SMP Al-Jannah menerapkan the best process bukan the best in put,sehingga siswa akan berkembang sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya baik kognitif, psikomotorik maupun afektip yang akan direcord dalam sebuah bentuk portpolio
Kurikulum yang diterapkan di Al-Jannah Junior High School mengacu kepada KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang digunakan oleh pemerintah dengan beberapa modifikasi yang mengacu kepada ciri khas sekolah Al-Janah yaitu, Islam, Alam dan Sains. Sebagai sekolah Islam maka dasar-dasar keislaman ditempatkan sebagai landasan pokok ketika mereka berinteaksi baik kepada Alah SWT maupun kepada sesama dan lingkungan. Islamic Character Building (ICB) dipraktekan dan dipantau pelaksanaanya setiap hari baik itu disekolah maupun dirumah bekerjasama dengan orang tua siswa. Alam menjadi salah satu sumber belajar. Sains menjadi ilmu yang digunakan untuk menggali dan memahami alam untuk kepentingan kehidupan. Tekhnologi adalah sarana untuk menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, Bahasa adalah jendela dan sarana untuk berkomunikasi dan menggali ilmu pengetahuan, Outbound adalah sarana untuk pembinaan dan pembentukan karakter yang mandiri , berani, jujur, sabar, tenggang rasa, berempati dan bekerjasama. Selain itu kurikulum dirancang secara terpadu (integrated) dan berbasis kompetensi (Competency based) yang bertujuan untuk mengembangkan IQ (Intelegency Quetient), EQ (Emotional Quetient), SQ (Spiritual Quetient) dan PQ (Play dan Phisical Quetient)
Salah satu metode pembelajaran yang digunakan oleh Al-Jannah Junior High School adalah Moving Class, Siswa-siswi akan berpindah kelasnya sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan baik itu indoor (kelas bahasa, Sains & Math & Social Study) ataupun Outdoor (Outbound Field, green house, swimming pool dan laboratorium) sehingga anak akan mendapatkan pengalaman nyata (kontekual lerning) yang dikemas dalam sebuah pembelajaran yang aktif dan fun. Sebagai sarana pendukungnya maka sekolah memfasilitasi dengan menyediakan internet yang bisa diakses melalui masing-masing laptop (wi fi) yang dibawa anak serta ruangan kelas berbasis ICT (Information and communication Technology) dimana semua perangkat komputer tersambung satu sama lainnya yang memudahkan arus informasi, data, dan pembelajaran antara siswa, guru maupun orangtua bisa lebih mudah, murah dan cepat. Selain itu program sekolah Al-Jannah Junior High School membiasakan kepada siswanya untuk menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab sebagai salah satu bahasa yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi selain Bahasa Indonesia.
Al-Jannah Junior High School dikenal di masyarakat sebagai sebuah sekolah yang menerapkan nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari, sekolah yang menggunakan alam sebagai sumber belajarnya, unggul dan produktif dalam bidang sains dan menggunakan ICT sebagai sarana belajarnya. Siswa-siswi Al-Jannah dikenal dimasyarakat sebagai pribadi muslim yang sholeh dan sholehah, kreatif dan mandiri, fasih berbahasa Inggris serta unggul dalam menggunakan tekhnologi. Amin…
A. Model Pembelajaran
Dalam proses belajar, siswa terlibat aktif dalam pemecahan masalah yang sedang dihadapi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan proses belajar , siswa merupakan sumber dan objek belajar. Peran dan otoritas guru diminimalisir sehingga siswa bebas berkreasi dan mengeksplorasi seluruh kemampuan yang dimilikinya. Materi pelajaran disajikan guru melalui game dan lagu – lagu menarik dan anak terlibat langsung dalam proses pembuatan serta penyusunan agenda kegiatan. Anak belajar dari pengalaman nyata sehingga seluruh potensi kecerdasannya dapat tersentuh. Pembinaan kecerdasan majemuk (Multiple Intelegence) merupakan sasaran utama dari metode student active learning ini di sekolah ini.
1. Peran guru sebagai fasilitator adalah :
- Inisiatif datang dari guru juga siswa
- Sumber informasi bervariasi
- Siswa aktif bertanya
- Siswa dapat memilih tugas
- Umpan balik datang dari teman sekelas
- Keterlibatan siswa dalam menilai diri
2. Perlakuan terhadap siswa:
- Melayani perbedaan individu secara maksimal
- Dapat melakukan kegiatan yang berbeda
- Maju berdasarkan kecepatan belajar masing-masing individu (akselerasi)
- Pekerjaan rumah dapat berbeda pada setiap siswa dalam bentuk proyek
3. Latihan terdiri dari :
- Latihan sangat intensif dan menantang Jumlah soal cukup
- Siswa sangat produktif
- Perbaikan terus menerus
- Setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk berkembang
- Hasil karya siswa dipajangkan (display)
4. Sumber Belajar :
- Buku
- Perpustakaan
- Media cetak dan electronic
- Internet
- Lingkungan dan Alam sekitar
- Guru dan nara sumber
5. Alat Bantu pembelajaran terdiri dari :
- Alat sederhana
- Pemanfaatan barang bekas
- Buatan sendiri
- Pemanfaatan kit
- Bagan dan diagram
- Grafik
- Realita
6. Kegiatan pembelajaran terdiri dari :
- Mencari informasi
- Menemukan sumber informasi
- Menjaring informasi
- Memanfaatkan informasi
- Menyatakan pendapat, pengalaman dan perasaan
- Membuat model
- Melakukan percobaan
- Melakukan observasi
- Menganalisis
- Membuat laporan
- Presentasi
7. Pengelolaan kelas :
- Klasikal
- Individual
- Berkolaborasi
- kelompok kecil
- Kelompok besar
8. Penilaian siswa terdiri dari :
- Tes tertulis formatif (bulanan) , sumatif (semester), akhir tahun.
- Performance assessment
- Product assessment
- Project Assessment
- Portofolio
- Penilaian diri
- Penilaian sesama siswa
9. Pengalaman belajar terdiri dari :
- Pengalaman mental : membaca buku, mendengarkan ceramah, berita radio, TV, Film, sholat malam, munggubah syair, bermain peran, menggambar, mengarang, menulis puisi, prosa, pantun, membaca bermakna, menyimak dalam menangkap gagasan pokok, menyusun TTS, memberikan komentar, berargumentasi, bercerita, merangkum, demonstrasi, mencari pemecahan soal,membuat soal cerita, membuat grafik, diagram, jurnal, mencari informasi dari ensiklopedia
- Pengalaman fisik : pengamatan, percobaan, penelitian, kunjungan tema, mencangkul di kebun sekolah, membuat kamus, membuat buku agenda, melakukan permainan, mengukur panjang, berat, suhu, membuat komik, membuat peta, praktek ibadah, membuat poster, membuat model, menata pajangan, menata buku perpustakaan
- Pengalaman sosial : wawancara, bermain peran, berdiskusi, kerja bakti, bazaar, jual beli, pengumpulan dana, simulasi, bakti social, membuat denah, mengadakan musyawarah, mengunjungi dan menemukan alamat situs website, bernegosiasi, mendiskusikan wacana dari media cetak.
10. Multiple Intelligence adalah pemberdayaan semua kecerdasan siswa yamng terdiri dari kecerdasan bahasa, matematika, spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, spritrual.
B. Sentra-Sentra Pembelajaran Di SMP AL-Jannah
1. Ruangan Sosial
Di Ruang kelas Sosial siswa belajar social study, PLBJ, seminar, dan ruangan kelas sosial diset berdasarkan kepada ilmu sosial
2. Ruangan Bahasa
Di Ruang kelas Bahasa siswa belajar, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab da ruangan kelas sosial di set dan didisplay berdasarkan kepada kelas bahasa
3. Ruangan Sains
Diruangan kelas sains siswa belajar sains dan matematika dan ruangan kelas diset berdasarkan mata pelajaran sains dan Matematika
4. Ruang Religi
Di ruang kelas religi siswa belajar agama, bahasa Arab dan Al- Qur’an dan ruangan kelas diset berdasarkan mata pelajaran
5. Laboratorium Sains
6. Laboratorium Komputer
7. Laboratorium Tekhnologi pangan
8. Green House
9. Lapanganh Outbound
10. Kolam renang











Jenjang